Film

Review Film I Used to Go Here 2020

rekomendasi film terbaik 2020 Film I Used to Go Here

Ekstratime.comI Used to Go Here adalah film sinetron terkini yang disutradarai Kris Swanberg. Diperankan oleh artis Gillian Jacobs yang sempat populer lewat seri humor, Community. Menceritakan mengenai Kate, seorang penulis yang barusan mengeluarkan buku pertama kalinya.

Dia juga memperoleh peluang untuk lakukan reading di kampus lama waktunya. Lupakan sesaat kariernya yang tidak secemerlang sangkaan orang dan pertunangannya yang gagal, Kate satu kali lagi bernostalgia di kampus dengan beberapa kumpulan mahasiswa yang Dia jumpai.

Film ini akan berkaitan khususnya buat kita yang telah lama lulus dari kursi pengajaran dan mempunyai pekerjaan. Tidak ada plot khusus dengan netral tertentu, I Used to Go Here menjadi film bertopik quarter life crisis yang tidak depresif, enteng, namun memberi arti tertentu untuk tiap penontonnya.

Cerita Kate Dalam I Used to Go Here, Simpel dan Alami

film terbaik 2020 Review Film I Used to Go Here 2020

Selaku pemirsa, kita akan mengikut perjalanan Kate si penulis. Secara penokohan, tidak banyak segi mencolok dari watak khusus ini. Dia cuman wanita biasa dengan masalah kehidupan yang jelas dirasakan oleh seluruh orang.

I Used to Go Here bukan film sinetron kehidupan dengan watak khusus yang eksentrik dan unik. Ini membuat Kate jadi berkaitan dengan pemirsa pada umumnya. Premis dari film ini jelas sudah dan simpel dari awalnya, seorang penulis yang kembali pada universitasnya.

Baca:  Tom Cruise Ancam Pecat Kru Mission Impossible 7

Hal yang memikat adalah; apa yang akan diketemukan oleh Kate waktu kembali pada almamaternya itu? Dimulai dari berjumpa dengan dosen pujaannya, berjumpa dengan mahasiswa baru dengan optimismenya, sampai kembali pada asrama yang sempat Dia tinggali.

Peningkatan ceritanya juga benar-benar alami, tidak ada plot twist atau episode perselisihan yang klimaks dan meledak-ledak.

Sentuhan Humor yang Tidak Terlalu berlebih dan Melipur

film terbaik 2020 Review Film I Used to Go Here 2020

I Used to Go Here mempunyai content humor didalamnya selaku dialek supaya pemirsa tidak jemu. Watak simpatisan seperti Elliot dan Tall Brandon, sukses disisipkan selaku “badut” sebagai sumber humor, tetapi tidak terlalu berlebih.

Beberapa komedi cukup alami untuk bikin diskusi berasa lebih fresh. Ada pula content komedi merasa aneh dan mendadak tampil tanpa kita prediksikan awalnya. Humor yang didatangkan tidak begitu membuat kita ketawa terpingkal-pingkal.

Keseluruhannya, I Used to Go Here mempunyai jenis khusus sinetron, humor cuman jadi dialek supaya film mempunyai mood yang variasi. Kita akan ketawa, rasakan kehangatan kenangan, sampai kebimbangan yang dirasa Kate. Di mana semua tidak begitu baik, tetapi juga tidak begitu jelek.

Baca:  Review Film The Trial of Chicago 7

Dapat Jadi Media Refleksi Diri dan Pemberi Semangat

Kadang, kemungkinan kita rasakan desakan saat orang beri pujian kita. ‘Wah, telah lulus kuliah, wah, telah bekerja’, orang menyaksikan kita sudah berhasil dan pada akhirnya jadi “orang”. Walau sebenarnya, kita sendiri masih merasa benar-benar payah dan belum di titik tersebut; keberhasilan.

Saat Kate kembali pada kampusnya dan berjumpa dengan mahasiswa yang muda, mereka menyaksikan Kate selaku senior yang telah mapan. Tetapi, Kate malah tidak berasa nyaman dengan semua sanjungan yang Dia terima.

Hanya karena ia yang mengetahui jika ada banyak kekurangan dan ketidakberhasilan dalam dianya. Bagus sekali menyaksikan bagaimana beberapa mahasiswa mempunyai idealisme dan keinginan, sesaat kita makin lebih berkaitan dengan Kate yang telah makan asam garam kehidupan dalam film ini.

I Used to Go Here adalah salah satu film terbaik 2020. Tidak ada dialog-dialog inspiratif atau pelajaran kepribadian secara jelas dihidangkan. Memberi ruangan untuk penontonnya memperhatikan “penjelajahan” Kate di almamaternya sekalian mencicip sedikit kenangan dan merenungkan kehidupan kita sendiri.